BREBES – Salah satu momen yang paling membuat orang tua khawatir adalah ketika menemukan si kecil mengalami mimisan (epistaksis), terlebih jika terjadi secara tiba-tiba saat ia sedang tidur di malam hari. Melihat darah keluar dari hidung anak tentu bisa memicu kepanikan. Namun, langkah pertama dan terpenting yang harus dilakukan adalah tetap tenang.
Memahami kekhawatiran ini, tim medis dari Rumah Sakit Umum Islam (RSUI) Mutiara Bunda membagikan panduan edukatif melalui media sosial untuk membantu para orang tua. "Sebaiknya jangan panik saat ibu melihat anak mengalami mimisan, khususnya pada malam hari," tulis rumah sakit tersebut dalam unggahannya.
Mimisan, atau dalam istilah medis disebut epistaksis, adalah kondisi pecahnya pembuluh darah kecil (kapiler) di dalam lapisan hidung. Pada anak-anak, kondisi ini cukup umum terjadi dan seringkali tidak berbahaya. Meskipun begitu, mengetahui penyebab dan cara penanganan yang tepat adalah kunci untuk mengatasi situasi ini dengan cepat dan efektif.
Mimisan bisa dipicu oleh berbagai hal, mulai dari kebiasaan hingga kondisi lingkungan. Beberapa penyebab yang paling sering terjadi antara lain:
Saat si kecil mimisan, banyak orang tua yang refleks menyuruh anak untuk mendongak. Ternyata, ini adalah cara yang keliru karena darah bisa mengalir ke tenggorokan dan memicu mual atau tersedak. Berikut adalah langkah-langkah pertolongan pertama yang benar:
Meskipun sebagian besar kasus mimisan bisa ditangani di rumah, ada beberapa "tanda bahaya" yang menandakan Anda harus segera mencari pertolongan medis. Segera bawa si kecil ke dokter atau unit gawat darurat jika:
"Jika ragu atau menemukan tanda bahaya, tim Dokter Spesialis Anak kami siap membantu," demikian penegasan dari RSUI Mutiara Bunda. Dengan penanganan yang tepat di rumah dan kewaspadaan terhadap tanda bahaya, orang tua bisa lebih tenang saat menghadapi mimisan pada si kecil.