Artikel

Si Kecil Mimisan Saat Tidur? Jangan Panik, Ini Panduan Lengkapnya

BREBES – Salah satu momen yang paling membuat orang tua khawatir adalah ketika menemukan si kecil mengalami mimisan (epistaksis), terlebih jika terjadi secara tiba-tiba saat ia sedang tidur di malam hari. Melihat darah keluar dari hidung anak tentu bisa memicu kepanikan. Namun, langkah pertama dan terpenting yang harus dilakukan adalah tetap tenang.

Memahami kekhawatiran ini, tim medis dari Rumah Sakit Umum Islam (RSUI) Mutiara Bunda membagikan panduan edukatif melalui media sosial untuk membantu para orang tua. "Sebaiknya jangan panik saat ibu melihat anak mengalami mimisan, khususnya pada malam hari," tulis rumah sakit tersebut dalam unggahannya.

Mimisan, atau dalam istilah medis disebut epistaksis, adalah kondisi pecahnya pembuluh darah kecil (kapiler) di dalam lapisan hidung. Pada anak-anak, kondisi ini cukup umum terjadi dan seringkali tidak berbahaya. Meskipun begitu, mengetahui penyebab dan cara penanganan yang tepat adalah kunci untuk mengatasi situasi ini dengan cepat dan efektif.

Penyebab Umum Mimisan pada Anak

Mimisan bisa dipicu oleh berbagai hal, mulai dari kebiasaan hingga kondisi lingkungan. Beberapa penyebab yang paling sering terjadi antara lain:

  • Udara yang terlalu kering, yang dapat membuat lapisan dalam hidung menjadi kering dan rentan pecah.
  • Kebiasaan mengorek hidung terlalu dalam.
  • Proses membuang ingus yang terlalu kencang.
  • Alergi atau infeksi yang menyebabkan iritasi pada hidung.
  • Cedera ringan pada hidung.
  • Langkah Pertolongan Pertama yang TEPAT

Saat si kecil mimisan, banyak orang tua yang refleks menyuruh anak untuk mendongak. Ternyata, ini adalah cara yang keliru karena darah bisa mengalir ke tenggorokan dan memicu mual atau tersedak. Berikut adalah langkah-langkah pertolongan pertama yang benar:

  1. Tetap Tenang: Tenangkan diri Anda dan si kecil. Kepanikan orang tua bisa membuat anak semakin cemas.
  2. Posisikan Anak Duduk Tegak: Minta anak untuk duduk tegak dengan tubuh sedikit condong ke depan. Posisi ini mencegah darah tertelan.
  3. Jepit Hidung: Gunakan ibu jari dan telunjuk untuk menjepit bagian lunak hidung anak (tepat di bawah tulang hidung). Tahan selama 10-15 menit tanpa henti.
  4. Bernapas Melalui Mulut: Ajarkan anak untuk bernapas perlahan melalui mulut selama hidungnya dijepit.
  5. Kompres Dingin (Opsional): Anda bisa meletakkan kompres dingin di pangkal hidung untuk membantu memperlambat perdarahan.
  6. Istirahat: Setelah perdarahan berhenti, minta anak untuk tidak melakukan aktivitas berat, mengorek hidung, atau membuang ingus terlalu kencang selama beberapa waktu.

Kapan Harus Segera ke Dokter?

Meskipun sebagian besar kasus mimisan bisa ditangani di rumah, ada beberapa "tanda bahaya" yang menandakan Anda harus segera mencari pertolongan medis. Segera bawa si kecil ke dokter atau unit gawat darurat jika:

  • Perdarahan tidak berhenti setelah 20 menit penekanan.
  • Darah yang keluar sangat banyak.
  • Mimisan terjadi setelah cedera kepala yang serius.
  • Anak terlihat sangat lemas, pucat, atau sulit bernapas.
  • Mimisan terjadi berulang kali dalam waktu singkat.

"Jika ragu atau menemukan tanda bahaya, tim Dokter Spesialis Anak kami siap membantu," demikian penegasan dari RSUI Mutiara Bunda. Dengan penanganan yang tepat di rumah dan kewaspadaan terhadap tanda bahaya, orang tua bisa lebih tenang saat menghadapi mimisan pada si kecil.

 

Dibuat tanggal: 25-07-2025 09:00:06