Artikel

Membongkar Mitos Hipertensi: Kenali Faktanya Sebelum Terlambat

BREBES – Tekanan darah tinggi atau hipertensi adalah salah satu kondisi kesehatan yang paling umum di masyarakat, namun juga salah satu yang paling sering disalahpahami. Banyaknya mitos yang beredar seringkali membuat penanganan menjadi tidak tepat dan bahkan membahayakan.

Menyadari hal ini, Rumah Sakit Umum Islam (RSUI) Mutiara Bunda meluncurkan kampanye edukasi interaktif di media sosial untuk menguji sekaligus meningkatkan pemahaman masyarakat. Melalui seri konten "Tes Pengetahuanmu! Mitos atau Fakta Hipertensi", rumah sakit ini mengajak warganet untuk menjadi pahlawan bagi kesehatan mereka sendiri dengan membekali diri dengan informasi yang tepat.

Berikut adalah tiga mitos paling umum seputar hipertensi yang berhasil dibongkar dalam kampanye edukasi tersebut.

Mitos 1: "Orang Kurus Pasti Aman dari Hipertensi"

Banyak yang beranggapan bahwa hipertensi hanya menyerang mereka yang memiliki berat badan berlebih atau obesitas. Faktanya, ini adalah mitos.

Menurut penjelasan dari tim medis RSUI Mutiara Bunda, meskipun obesitas merupakan salah satu faktor risiko utama, orang dengan berat badan ideal pun sangat mungkin terkena hipertensi. Hal ini disebabkan oleh berbagai faktor lain yang tidak kalah penting, seperti faktor genetik atau keturunan, gaya hidup yang tidak sehat (misalnya, konsumsi garam berlebih dan stres), serta kondisi medis lainnya. Oleh karena itu, siapa pun, tanpa memandang bentuk tubuh, perlu waspada terhadap tekanan darah tinggi.

Mitos 2: "Hipertensi Selalu Menunjukkan Gejala Seperti Pusing"

Gejala seperti sakit kepala atau pusing seringkali dianggap sebagai penanda utama seseorang mengalami tekanan darah tinggi. Namun, mengandalkan gejala ini saja sangatlah berbahaya. Pernyataan ini adalah sebuah mitos.

Hipertensi seringkali dijuluki sebagai silent killer' atau pembunuh diam-diam karena banyak penderitanya yang tidak merasakan gejala apapun sama sekali.  Penyakit ini bisa berkembang selama bertahun-tahun tanpa disadari dan diam-diam merusak organ vital seperti jantung, ginjal, dan otak. Inilah mengapa pemeriksaan tekanan darah secara rutin menjadi sangat penting, bahkan jika Anda merasa sehat.

Mitos 3: "Minum Air Rebusan Seledri Bisa Menyembuhkan Hipertensi"

Pengobatan herbal seringkali menjadi alternatif yang menarik bagi banyak orang. Salah satu yang paling populer adalah kepercayaan bahwa air rebusan seledri dapat menyembuhkan hipertensi. Kenyataannya, klaim ini adalah mitos.

Tim medis menjelaskan bahwa seledri memang memiliki efek diuretik ringan yang dapat membantu menurunkan tekanan darah.  Namun, efeknya tidak cukup kuat untuk menggantikan pengobatan medis yang sudah teruji. Pengobatan hipertensi yang efektif harus berdasarkan anjuran dokter, yang biasanya meliputi perubahan gaya hidup sehat dan konsumsi obat secara teratur. Mengganti obat dari dokter dengan terapi herbal tanpa konsultasi terlebih dahulu sangat tidak disarankan dan berisiko tinggi.

Langkah Selanjutnya: Kontrol Rutin Adalah Kunci

Setelah membekali masyarakat dengan fakta yang benar, RSUI Mutiara Bunda menutup serinya dengan sebuah ajakan penting. "Jangan lupa kontrol tekanan darahmu secara rutin di RSU Islami Mutiara Bunda, Brebes. Kesehatanmu, prioritas kami!".

Memahami perbedaan antara mitos dan fakta adalah langkah pertama untuk menjadi pahlawan bagi kesehatan diri sendiri. Langkah selanjutnya adalah mengambil tindakan nyata dengan melakukan pemeriksaan rutin dan berkonsultasi dengan ahlinya.

Dibuat tanggal: 25-07-2025 08:36:15